Indeks Kemiskinan Air Indonesia di Bawah Amerika


Kyoto – Indeks kemiskinan air (Water Poverty Index) yang disusun Badan Air Dunia (World Water Council) dan peneliti dari Pusat Ekologi dan Hidrologi Inggris menunjukkan bahwa beberapa negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang masuk peringkat buruk. Sedang beberapa negara berkembang justru masuk sepuluh terbaik. Dalam peringkat itu Indonesia satu peringkat di bawah AS dan di atas Jepang.

PDAM WAY RILAUMeski demikian, kepada wartawan Kompas Yuni Ikawati di Kyoto, Kamis (20/3), Dr Caroline Sullivan dari Pusat Ekologi dan Hidrologi Inggris menambahkan, indeks tersebut saat ini kemungkinan belum memberikan gambaran sesungguhnya dan dipakai sebagai pembanding karena masih ada beberapa kekurangan data dasar. Data yang terkumpul dari 147 negara yang diperoleh dari Bank Dunia dan lembaga internasional lain, beberapa di antaranya sudah kedaluwarsa. Namun, pada tahap awal, indeks pada skala nasional ini paling tidak dapat menunjukkan prinsip dan metodologi yang digunakan.

Yang penting justru pengukuran pada skala kecil. Karena dari skala kecil ini akan tersusun indeks skala nasional yang lebih akurat. Untuk itu Sullivan membuat studi percontohan di beberapa daerah di Afrika Selatan, Tanzania, dan Sri Lanka. Saat ini Sullivan dan timnya tengah mendesiminasikan informasi dan menghubungi badan donor untuk pengembangan lebih lanjut ke berbagai negara. Indeks ini menurut rencana akan diperbarui setiap tiga tahun. Lebih lanjut dijelaskan Sullivan, dengan indeks tersebut pemerintah dapat menentukan daerah mana yang harus mendapat perhatian di sektor keairan.

Di Jakarta, misalnya, di wilayah selatan umumnya dihuni penduduk yang kaya. Mereka tidak menghadapi kesulitan mendapatkan air, termasuk untuk mengisi kolam renang pribadi. Namun, di bagian lain, terutama Jakarta Utara, terjadi kekurangan air bersih. Indeks ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk menolong masyarakat miskin mendapatkan akses air. Pemerintah harus memiliki pemahaman lebih baik bagaimana penduduk mendapat akses pada air, dan mempunyai keputusan lebih baik dalam mengalokasikan air. “Seperti Indonesia yang memiliki banyak hari hujan dan memiliki sumber air tawar, tapi mengapa banyak orang tidak mendapat air tawar yang layak? Yang jadi masalah adalah bagaimana mengelola air, membangun infrastruktur dan sistem politiknya,” urai Sullivan. Bagi perusahaan air minum, indeks ini juga membantu mengindentifikasi daerah mana yang harus mendapat perhatian. “Perusahaan jangan hanya memikirkan mana yang lebih memberi keuntungan, tapi juga masyarakat mana yang paling membutuhkan,” tambah Sullivan yang telah menemui Thames Indonesia untuk menerapkan indeks itu.

Peringkat indeks Indeks Kemiskinan Air yang disusun selama 1,5 tahun ini dikemMobil Penyedia Air Bersih PDAM Way Rilaubangkan oleh tim yang terdiri dari 31 peneliti air dari berbagai negara di dunia. Mereka menetapkan peringkat 147 negara pada indeks tersebut berdasarkan lima komponen, yaitu sumber daya air, akses, kapasitas, pemanfaatan, dan dampak lingkungan. Dalam Water Poverty Index, ada sepuluh negara terkaya sumber air tawar yaitu berturut-turut Finlandia, Kanada, Islandia, Norwegia, Guyana, Suriname, Austria, Irlandia, Swedia, dan Swiss. Sedangkan sepuluh negara termiskin air sebagian besar negara di Afrika yaitu Haiti, Nigeria, Etiopia, Eritrea, Malawi, Djibouti, Chad, Benin, Rwanda, dan Burundi. Pada indeks tersebut, Indonesia berada pada kelompok peringkat buruk karena berada pada posisi ke-33, diapit negara maju AS dan Jepang. Dalam hal ini Indonesia memiliki total indeks lebih baik dibandingkan dengan Jepang. Indonesia paling menonjol pada komponen “pemanfaatan”.

Sumber :  http://www.inawater.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s