IPAL RSU dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Diduga Mencemari Sumur Warga


Radar Lampung – Selasa, 1 April 2014

RSUD Dr. Dadi Tjokrodipo
Sumber Foto : Lampung Post

BANDARLAMPUNG – Rumah Sakit Umum Daerah dr. Dadi Tjokrodipo (RSUDDT) harus bertanggung jawab terhadap warga sekitar, jika informasi mengenai instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) bocor benar adanya. Sebab, dengan bocornya IPAL RS tersebut, warga sekitar bisa terjangkit penyakit. Demikian disampaikan Pengamat Lingkungan Hidup Lampung asal Universitas Malahayati Muhtadi A. Temenggung kemarin.

Dia menjelaskan, sumber pencemaran yang berasal dari air bermacam-macam. Ada yang berasal dari limbah warga, sungai, bahkan septic tank.

Karena itu, yang harus dipahami adalah letak atau lingkungan kediaman warga. Di mana, jika rumah warga dekat dengan sungai, bisa jadi pencemaran berasal dari sungai. Dan apabila lingkungan warga dekat dengan sampah, bisa jadi pencemaran berasal dari sampah.

’’Nah, kalau kediaman warga itu dekat dengan RS, bisa jadi pencemaran warga berasal dari IPAL RS. Maka itu, harus dilihat juga jarak rumah warga dengan RS. Kalau dekat dengan RS, bisa jadi pencemaran memang dari sana. Tapi, kalau rumah warga itu dekat dengan sungai, bisa juga pencemarannya berasal dari sungai,’’ paparnya kemarin (31/3).

Untuk melihat apakah pencemaran warga itu disebabkan oleh RS, kata Muhtadi, pihak terkait bisa melihat dari sejarah bangunan di lingkungan daerah itu. Di mana, sebelum RS ada, seperti apa kondisinya dan setelah berdiri, apa kondisinya.

’’Ini bisa dilihat dari dokumen lingkungan yang dimiliki RS. Setiap RS itu biasanya mempunyai dokumen lingkungan. Nah, coba dilihat seperti apa dokumen lingkungannya,’’ katanya.

Tidak hanya itu. Air limbah yang dikeluarkan RS juga harus diperiksa seperti apa baku mutunya, dikarenakan sebelum IPAL tersebut dikelola menjadi air yang bersih. Limbah IPAL RS itu juga harus memenuhi baku mutu.

’’Setiap limbah cair yang dibuang oleh RS itu kan diolah dulu, yang harus diteliti, seperti apa pengolahannya. Apakah sesuai dengan baku mutu atau tidak, ini yang harus dilihat,’’ ucapnya.

Muhtadi menambahkan, ada beberapa air yang mengandung kuman penyakit, di mana jika limbah tersebut mempunyai sifat patogen atau bahan kimia yang mengandung bakteri patogen, hal tersebut sangat membahayakan masyarakat yang menghirup limbah itu.

’’Kalau ini sampai terjadi, warga akan mengalami penyakit menular misalnya diare atau penyakit lain yang menular,’’ pungkasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Bandarlampung Rejab mengaku, masih menunggu hasil dari laboratorium mengenai uji air RSUDDT yang diduga mencemarkan warga yang tinggal di daerahnya. Sebab, untuk menguji laboratorium air tersebut, membutuhkan waktu minimal lima hari.

’’Ya, belum selesai, kami masih menunggu hasilnya, mungkin minggu-minggu ini sudah ketahuan hasilnya,’’ kata Rejab kemarin.

Disinggung apa hukuman jika IPAL RSUDDT mencemarkan warga sekitar? Rejab mengaku akan menegurnya dengan memperbaiki IPAL tersebut. ’’Ya kami minta perbaiki IPAL-nya,’’ singkatnya.(yud/c3/whk).

Sumber : Radar Lampung, 2014

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s